Minggu, 17 Februari 2013
A. SISTEM KEPARTAIAN DAN PEMILU DIBRAZIL
A. SISTEM KEPARTAIAN
Sistem kepartaian di Brazil menganut
system multi partai
Sistem partai
menentukan pendukung dan oposisi di tipe legsilatif. Ada dua tipe sistem
mayoritas legislatif yang lazim diterapkan. Pertama, partai yang solid atau
koalisi yang mengontrol 50% dari bangku legislatif. Kedua, penyatuan dari
jumlah yang sedikit baik di partai atau koalisi
Sumber:http://id.shvoong.com/law-and-politics/international-relations/2296699-legislative-politics-latin-america/#ixzz2AjusvmOP
(07.59 a.m)
Kasus lainnya di Brazil, menerapkan sistem
multipartai ekstrem, tapi pemerintahannya stabil, presidennya berani (tegas).
Yang penting adalah mecocokan antara sistem pemerintahan dan sistem pemilu.
Pemilu legislatif dan pemilu presiden bila dilakukan bersamaan waktunya ada
kecenderungan keterpilihan anggota legislatif juga mempengaruhi keterpilihan
calon presiden.
NAMA-NAMA PARTAI
POLITIK DI BRAZIL
28. PPB
Sao Paulo
29. PRONA
Parana
30. PSB
Parana
34. PTB
Minas Gerais
B. SISTEM PEMILU
Legislatif adalah
pusat dari politik demokratis dan memiliki peran yang reaktif dimana legislatif
menegaskan dan di ikutsertakan dalam proses pembuatan kebijakan. Di
negara-negara seperti Chili, Uruguay, Costa Rica, posisi legislatif sangat kuat
dalam pembuatan kebijakan. Sementara pada negara Amerika Latin lainnya, posisi
mereka lemah atau berperan sangat kecil dalam pembatan kebijakan. Dalam
pembuatan kebijakan ada tiga peran dasar legislatif, yaitu:
1.
Yang Menciptakan, mengangkat dan
menurunkan eksekutif,
2.
Secara proaktif membuat dan meloloskan
usulan legislatif mereka,
3.
Reaktif dalam mengubah dan memveto
usulan eksekutif.
Lain halnya di
Brazil, dimana legislatif dinegara ini sulit untuk dikategorikan tipenya akibat
heteregonitas dari anggota-anggotanya.
Pemilu legislatif dan pemilu presiden
bila dilakukan bersamaan waktunya ada kecenderungan keterpilihan anggota
legislatif juga mempengaruhi keterpilihan calon presiden.
Sistem pemilu memberi
efek pada beberapa aspek sistem partai dan dinamika internal dalam partai.
Aspek-aspek ini memberi pengaruh di tipe legislatif, bahwa sistem pemilu dapat
mempengaruhi persatuan partai (koalisi atau fraksi) dengan cara mengatur dorongan
untuk kandidat legislatif dari berbagai partai untuk berkompetisi dengan
sesamanya atau bekerja sebagai tim. Kontrol dari pemimpin partai untuk membuat
nominasi kandidat membuat tidak adanya kompetisi didalam partai tersebut. Surat
suara yang memiliki daftar tertutup (closed-list ballot) memberi kecenderungan
untuk penyatuan seperti di Argentina. Sementara surat suara yang memiliki
daftar terbuka (opened-list ballot) membuat kompetisi dan konflik semakin
terasa seperti yang diterapkan di Brazil. Di Brazil, pemerintahnya tidak
memiliki pendukung ataupun oposisi yang solid. Lain halnya di Meksiko dimana
presidennya memiliki pendukung yang paling solid.
Ketiga negara ini
mempunyai sistem multi partai
Pertama, reputasi
partai itu sendiri, yang mana didalamnya memiliki pemimpin partai dengan power
kuat untuk mengontrol anggota partainya.
Kedua, stabilitas
dari pendukung partai atau gejolak dari pemilu. Pemimipin partai di Brazil
kurang dapat mengontrol partainya sehingga gejolak yang terjadi cukup tinggi.
Di Brazil dan Argentina, legislatif tidak memiliki power dalam merespon dekrit
presiden.
Ketiga, adalah
kontrol yang tersentralisasikan terhadap nominasi kandidat dapat memperkuat
persatuan ideology antar anggota partai koalisi.
Keempat adalah sistem
federal. Ketika seorang legislatif terikat erat dengan daerah asalnya, maka ia
berpotensi sebagai pemecah partai ketika muncul masalah yang berkaitan dengan
masalah antara pedesaan dan perkotaan. Sistem federal atau desentralisasi
sangat memungkinkan terjadinya perpecahan karena kurangnya pengawasan pusat
terhadap daerah dalam pemilihan. Argentina dan Meksiko adalah dua negara dengan
tingkat penyatuan partai yang paling baik di Amerika Latin, sementara Brazil
adalah yang paling tidak berhasil
Sumber:http://id.shvoong.com/law-and-politics/international-relations/2296699-legislative-politics-latin-america/#ixzz2AjusvmOP
(07.59 a.m)
Pemilu 2004 di Brasil
Pada Oktober, 31, pemilih dari banyak
kota-kota besar Brasil di babak kedua sebagai walikota untuk. Pada tanggal 3
Oktober, semua kota melakukan pemilihan walikota dan anggota dewan. Sebuah
pemungutan suara kedua (hasil dari pemungutan suara pertama benar-benar
diabaikan) walikota terjadi di kota-kota di mana: 1) jumlah pemilih lebih besar
dari 200.000 dan 2) tidak ada calon dengan mayoritas mutlak (setengah dari
total suara ditambah satu) dari menilainya. Seperti biasa, pasukan federal
(Angkatan Darat) dipanggil untuk menjamin perdamaian dan ketertiban di beberapa
kota, tapi pemilu berjalan lancar di seluruh negeri. Hasil resmi pemilu dapat
ditemukan di halaman ini dari Pengadilan
Pemilu Unggul . Periksa juga halaman
ini di mana hasil yang ditampilkan secara geografis.
C. LAMPIRAN
Profil
Negara brazil
República Federativa do Brasil
Bendera
Negara Brazil
Lambang
Negara Brazil
Peta
negara
Foto
Presiden Brazil
Dilma Vana Rousseff ([dʒiwmɐ χuˈsɛf]; lahir di Belo Horizonte, Minas Gerais, 14 Desember 1947; umur 64 tahun) adalah ekonom, politisi dan Presiden Brasil sejak 1 Januari 2011.
KETERANGAN
DASAR
1.
Nama resmi : Republik Federasi Brasil
(Republica Federativa do Brasil)
2.
Bentuk Pemerintahan : Presidentil
3.
Ibukota : Brasilia – DF
4.
Kepala Negara : Presiden Luiz Inacio
Lula da Silva
5.
Perbatasan : Di sebelah Utara
berbatasan dengan Venezuela,Guyana Inggris, Suriname, Guyana Perancis dan
Samudra Atlantik, di sebelah Timur dengan Samudra Atlantik, di sebelah Selatan
dengan Uruguay, di sebelah Barat dengan Argentina, Paraguay, Bolivia dan Peru
6.
Bentuk Negara : Republik Federasi
7.
Hari Nasional : 7 September (Hari
Kemerdekaan)
8.
Luas Wilayah : 8.511.965 km(luas
daratan : 8.456.510 km dan lautan : 55.455 km)
9.
Jumlah Penduduk : 188.700.000 (2006)
10. Agama
: 73,6% (Katolik), 15,4% (Protestan), 11%(lainnya)
11. Bahasa
Resmi : Portugis
12. Iklim
: Tropis, berkisar antara 22 s/d 23 derajat Celcius.Daerah pantai Timur Laut
beriklim tropis yang lembab, hujan turun antara bulan Mei s/dOktober. Musim
dingin, antara bulan Mei s/dAgustus
13. Etnisitas
: Kulit putih (53,7%), Mulato (38,5%), Kulit hitam(6,2%), Asia (0,5%) penduduk
asli (0,4%)
14. Produk
Ekspor : Kacang kedelai, tepung kacang kedelai, baja,mobil penumpang, jeruk,
daging sapi, daging ayam, pesawat terbang, kopi, gula tebu, terigu,alkohol,
jagung, alas kaki, dan kertas
15. Mata
uang : Real (US$ 1 = BRL 2,08)/ Semester I 2007
16. Produk
Domestik Bruto/GDP : US$ 1,066 triliun (April 2007)Cadangan Devisa : US$ 185
milyar (Januari 2008)
17. Mitra
Dagang Utama (2007) : Amerika Serikat, Argentina, China, Uni Eropa
Pemilu
Brasil ke putaran kedua
Serra dan Rousseff akan kembali saling
berhadapan di putaran kedua
Pemilihan presiden
Brasil berlanjut ke putara kedua setelah Dilma Rousseff yang diunggulkan gagal
mendapatkan 50% suara untuk memenangkan pemilu dalam satu putaran.
Setelah 98% suara
dihitung, Rousseff yang mantan kepala kabinet Presiden Lula mendapatkan 47%
suara, sementara Jose Serra mengumpulkan 33%.
Kedua politisi ini
akan mulai memperbutkan suara warga di putaran kedua yang akan diadakan empat
minggu mendatang. Pengumpulan suara dari capres dari Partai Hijau, Marina
Silva, sebanyak 19% kemungkinan menjadi penyebab Dilma Roussef gagal menang
dalam satu putaran.
"Kami bisa
mengkonfirmasi bahwa akan ada putaran kedua pemilihan presiden," ujar
Ricardo Lewandowski, presiden Tribunal Tertinggi Pemilu, kepada wartawan hari
Minggu malam.
Dilma Rousseff yang
berasal dari Partai Pekerja diunggulkan untuk menjadi pengganti Presiden Luiz
Inacio Lula da Silva, yang tidak bisa lagi mencalonkan diri karena sudah
menjadi presiden dua kali masa jabatan.
"Kami pejuang,
dan kami terbiasa dengan tangangan," ujar Rousseff dalam pidato di
Brasilia setelah pengumuman hasil penghitungan suara. "Kita akan tampil
baik di putaran kedua."
Selama kampanye
Rousseff terus berada di depan dan dia mendapat keuntungan dari popularitas
Lula dan perekonomian negara yang maju.
Banyak pengamat
memandang satu skandal yang melibatkan dirinya secara langsung merupakan
satu-satunya penyebab dia bisa kalah dalam putara kedua pemilihan.
Dorongan
Memberi
suara dalam pemilu adalah satu kewajiban di Brasil
"Ini adalah
pemilihan umum yang mendukung partai yang berkuasa," ujar pengamat politik
Luiz Piva seperti dikutip kantor berita Reuters. "Warga Brasil secara umum
sangat senang dengan pemerintah yang berkuasa."
Dukungan terhadap
calon presiden dari partai kiri-tengah Jose Serra, yang mantan gubernur negara
bagian Sao Paulo dari partai Sosial Demokrat, meningkat setelah muncul dugaan
korupsi yang melibatkan mantan penasehat Rousseff Namun calon dari partai Hijau
Marina Silva juga mendapat imbasan suara tidak puas itu. Calon presiden ketiga
ini mendapatkan 19% dari suara yang masuk, jauh lebih besar dari perkiraan 14%
suara yang dibuat sebelumnya.
Kami membela satu ide
kemenangan dan Brasil mendengar jeritan kami," ujar Silva setelah
mendengar hasil penghitungan suara.
Brasil adalah salah
satu negara demokrasi dengan penduduk terbesar di dunia. Memberi suara
merupakan satu kewajiban di Brasil dan hasilnya bisa cepat diketahui karena
sistem pemilihan elektronik yang diterapkan.
Roussess, 62 tahun,
menjabat sebagai kepala staf pemerintahan Lula dari tahun 2005 sampai tahun
ini, dan seorang pegawai negeri. Pencalonannya ini merupakan upaya pertama
untuk terpilih menjadi seorang pejabat.
Pada tahun 1960 an
dan 1970 an, dia terlibat dalam perjuangan bersenjata melawan penguasa militer
Brasil dan dipenjara selama tiga tahun.
Sementara itu, Jose
Serra yang berusia 68 tahun adalah politisi berpengalaman setelah menjabat
sebagai walikota Sao Paulo, gubernur negara bagian Sao Paulo dan menteri
kesehatan dalam kabinet presiden Fernando Henrique Cardoso yang kalah dalam
pemilu tahun 2002 di tangan presiden Lula.
Kontroversi
Perlindungan Lingkungan dan Pertumbuhan Ekonomi Brasil 2012-06-15 14:15:12
Presiden Brasil Dilma Rousseff belum lama ini resmikan dua
cagar alam baru (ist) 108CSR.com - Konferensi PBB tentang Pembangunan
Berkelanjutan, yang disebut sebagai Rio +20, akan berlangsung di Rio de Janeiro
di Brasil pekan depan, menandai peringatan 20 tahun Konfrensi PBB pada tahun
1992 tentang Lingkungan dan Pembangunan (Eco 92). Brasil sendiri adalah salah satu
negara dunia yang memiliki lingkungan paling beragam. Hampir 50% dari wilayah
Brasil diambil oleh hutan tropis terbesar bumi, hutan hujan Amazon, rumah bagi
hampir 50% dari seluruh keanekaragaman hayati dunia. Hampir separuh dari
seluruh energi yang dikonsumsi di Brasil berasal dari sumber terbarukan: 75%
dari pembangkit listrik tenaga air dan sisanya dari biomassa, energi surya dan
etanol. Selain kekayaan lingkungan, negara ini mengalami pertumbuhan ekonomi
yang pesat. Ekonomi Brasil hanya menyalip Inggris menjadi ekonomi keenam
terbesar di dunia. Angka kemiskinan Brasil juga turun secara signifikan dan
hanya dalam lima tahun terakhir sekitar 30 juta orang di Brasil (17,6% dari
populasi) telah bergabung dengan kelas menengah. Pendapatan Brasil rata-rata
meningkat dari US $ 3.700 per tahun pada tahun 2000 menjadi US $ 9.720 pada
akhir 2010. Prestasi ini dapat dirayakan oleh masyarakat Brasil. Selain semua
sumber daya alam berlimpah yang tersedia bagi kita seperti air dan tanah
farmable, Brasil juga menjadi pemain yang sangat penting dalam panggung dunia
ekonomi dan politik.
Namun demikian, masih
banyak kontradiksi baik tanah , masyarakat, perusahaan dan pemerintah yang
semuanya berjuang untuk mengatasi masalah tersebut. Contoh dari ini adalah
kontroversi terbaru yang melibatkan versi baru dari sebuah hukum pengelolaan
hutan, yang telah disetujui bulan lalu oleh kongres Brazil dan yang membawa
kita ke arah yang berlawanan dengan apa yang akan dibahas di Rio +20. Hukum
yang didukung oleh industri agribisnis, merupakan langkah mundur untuk
undang-undang lingkungan Brasil dan hutan kita: niatnya adalah untuk memberikan
amnesti kepada pemilik tanah yang membersihkan lahan di masa lalu dan yang
secara ilegal menyerang dan deforestasi daerah riparian . Lebih lanjut Hukum
juga membuka celah untuk melegalkan beberapa deforestasi.
Dalam menghadapi
ancaman untuk hutan kita dan sungai dan untuk kemajuan kemungkinan ekonomi yang
berkelanjutan, masyarakat sipil di Brasil meminta presiden Dilma Rousseff untuk
memveto peraturan yang menjadi hukum versi baru yang dilakukannya secara
parsial. Tetapi sementara ia memveto beberapa bagian peraturaan di
undang-undang tersebut, pertarungan berlangsung dengan telah diajukannya
kembali peraturan hukum telah kembali ke kongres untuk pemungutan suara baru.
Episode ini menyoroti
jurang antara pandangan masyarakat Brasil dan para legislator.
Dan apa pandangan dari masyarakat Brasil? Sebagai masyarakat sipil dimobilisasi untuk, kampanye "Veto Dilma" melalui protes dan petisi online, perusahaan penelitian Ibope merilis sebuah survei yang menunjukkan bahwa 94% dari semua Brasil mengatakan mereka peduli terhadap lingkungan. Beberapa 44% dari orang yang disurvei mengatakan bahwa melindungi lingkungan harus menjadi prioritas di atas pertumbuhan ekonomi sementara 40% percaya Bahwa perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat didamaikan.Namun, penelitian dilakukan pada tahun 2010 oleh Instituto Akatu, sebuah LSM Brasil yang mempromosikan konsumsi yang berkelanjutan, juga menunjukkan bahwa hanya 5% dari Brazil dapat diklasifikasikan sebagai konsumen. Sebuah studi yang lebih baru, dirilis pada 2012, menemukan bahwa hanya 26% dari konsumen di Brazil mengatakan mereka sering kali menggunakan daur ulang, meskipun 86% setuju bahwa daur ulang adalah sesuatu yang setiap orang harus lakukan. Namun, hampir 50% dari kota-kota di Brasil bahkan tidak memiliki infrastruktur di tempat untuk memungkinkan daur ulang. Sementara itu, di sektor korporasi, sekelompok eksekutif dari perusahaan seperti Natura dan Tetra Pak publik didukung veto presiden dari peraturan versi baru dari hukum pengelolaan hutan dan berpendapat bahwa hutan sangat penting bagi negara. Menurut mereka hutan, telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak komunitas dan perusahaan yang telah belajar untuk mengelola ekosistem secara berkelanjutan dan cerdas. "Apakah kita ingin negara yang mendorong ekonomi baru di mana setiap orang dapat melihat manfaat dari jasa ekosistem, atau Brasil yang membuang warisan dan menghasilkan kewajiban sosial dan lingkungan?", Tanya mereka. Brasil memiliki adil dari para pemimpin bisnis yang telah melihat nilai dalam praktek-praktek berkelanjutan. Salah satunya adalah Fabio Barbosa. Saat ini ketua kelompok media Abril, minggu ini ia dinobatkan oleh UNEP, Program Lingkungan PBB, sebagai salah satu enam "Champions of the Earth". Sementara pos Banco Real (kemudian diakuisisi oleh Santander dari Spanyol), dia mengubah bank menjadi perusahaan terkemuka di bidang keberlanjutan. "perusahaan yang juga peduli dengan aspek lingkungan usaha cenderung lebih baik dalam kinerja keuangan mereka", seperti Barbosa mengatakan kepada UNEP.
Dan apa pandangan dari masyarakat Brasil? Sebagai masyarakat sipil dimobilisasi untuk, kampanye "Veto Dilma" melalui protes dan petisi online, perusahaan penelitian Ibope merilis sebuah survei yang menunjukkan bahwa 94% dari semua Brasil mengatakan mereka peduli terhadap lingkungan. Beberapa 44% dari orang yang disurvei mengatakan bahwa melindungi lingkungan harus menjadi prioritas di atas pertumbuhan ekonomi sementara 40% percaya Bahwa perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat didamaikan.Namun, penelitian dilakukan pada tahun 2010 oleh Instituto Akatu, sebuah LSM Brasil yang mempromosikan konsumsi yang berkelanjutan, juga menunjukkan bahwa hanya 5% dari Brazil dapat diklasifikasikan sebagai konsumen. Sebuah studi yang lebih baru, dirilis pada 2012, menemukan bahwa hanya 26% dari konsumen di Brazil mengatakan mereka sering kali menggunakan daur ulang, meskipun 86% setuju bahwa daur ulang adalah sesuatu yang setiap orang harus lakukan. Namun, hampir 50% dari kota-kota di Brasil bahkan tidak memiliki infrastruktur di tempat untuk memungkinkan daur ulang. Sementara itu, di sektor korporasi, sekelompok eksekutif dari perusahaan seperti Natura dan Tetra Pak publik didukung veto presiden dari peraturan versi baru dari hukum pengelolaan hutan dan berpendapat bahwa hutan sangat penting bagi negara. Menurut mereka hutan, telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak komunitas dan perusahaan yang telah belajar untuk mengelola ekosistem secara berkelanjutan dan cerdas. "Apakah kita ingin negara yang mendorong ekonomi baru di mana setiap orang dapat melihat manfaat dari jasa ekosistem, atau Brasil yang membuang warisan dan menghasilkan kewajiban sosial dan lingkungan?", Tanya mereka. Brasil memiliki adil dari para pemimpin bisnis yang telah melihat nilai dalam praktek-praktek berkelanjutan. Salah satunya adalah Fabio Barbosa. Saat ini ketua kelompok media Abril, minggu ini ia dinobatkan oleh UNEP, Program Lingkungan PBB, sebagai salah satu enam "Champions of the Earth". Sementara pos Banco Real (kemudian diakuisisi oleh Santander dari Spanyol), dia mengubah bank menjadi perusahaan terkemuka di bidang keberlanjutan. "perusahaan yang juga peduli dengan aspek lingkungan usaha cenderung lebih baik dalam kinerja keuangan mereka", seperti Barbosa mengatakan kepada UNEP.
Bendera negara-negara yang akan menghadiri Rio +20, KTT PBB
tentang pembangunan berkelanjutan akan diadakan di Rio de Janeiro (ist)
Meskipun tumbuh kesadaran akan
kebutuhan untuk model bisnis yang berkelanjutan, banyak perusahaan di Brazil
masih tertinggal dalam mengartikulasikan dan bertindak pada strategi yang akan
membawa perubahan nyata. Hari ini, kita dapat mengklasifikasikan perusahaan Brazil
menjadi tiga tahapan yang berbeda: ada sekelompok kecil pelopor, ditandai oleh
orang-orang seperti Fabio Barbosa, yang mengintegrasikan keberlanjutan dalam
bisnis inti mereka, ada beberapa perusahaan yang menerapkan perubahan proses
dan produk mereka , dan akhirnya ada segmen yang lebih besar dari perusahaan
yang baru mulai memahami kebutuhan untuk memasukkan keberlanjutan, tetapi yang
hanya bertindak dengan cara yang sangat terbatas untuk mencapai hal ini.
Penelitian yang dilakukan bersama oleh
Institut Akatu dan Institut Ethos mendukung analisis ini. Menurut survei,
meskipun pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah perusahaan tindakan tanggung
jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan Brasil, CSR masih sangat banyak
pekerjaan yang sedang berjalan di negara ini. Survei menunjukkan bahwa 21% dari
perusahaan telah menerapkan 0 sampai 12 tindakan atau praktik CSR, 30% memiliki
antara 23 dan 33, dan hanya 20% memiliki 34 atau lebih praktik. Maka dari
jumlah perusahaan yang disurvei, kurang dari 50% telah dilaksanakan lebih dari
22 praktek CSR.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa
hanya sejumlah kecil perusahaan memiliki proses dan prosedur formal untuk
mengelola praktek CSR. Salah satu masalah utama yang dihadapi sektor korporasi
di Brasil saat ini adalah kurangnya pengetahuan dan referensi untuk membantu
perusahaan membentuk dan menentukan keberlanjutan strategi dan tindakan
mereka.
Meskipun peningkatan jumlah perusahaan
yang menggabungkan praktik keberlanjutan dan prosedur ke dalam bisnis
sehari-hari mereka, ini sering menjadi proses serampangan. Pada kebanyakan
perusahaan di Brazil, kebutuhan untuk isu keberlanjutan diberi prioritas formal
dalam organisasi, sehingga praktik-praktik ini diadopsi sebagai bagian dari
strategi perusahaan dan kebijakan.
Meskipun mengalami kemajuan beberapa
tahun terakhir, Brasil masih menjadi negara yang menghadapi tantangan
institusional yang mendalam untuk memajukan keberlanjutan dalam sektor publik
dan swasta. (guardian/ard).
Ada dua pengadilan unggul nasional yang membentuk Mahkamah
Agung, yang memberikan surat perintah dari certiorari dalam kasus perdata
dan pidana: pada Pengadilan Tinggi
Kehakiman ("Tribunal Superior de Justiça" dalam bahasa
Portugis, steno STJ) dan Mahkamah Agung
Federal ("Tribunal Supremo federal "dalam bahasa
Portugis, singkat STF), pengadilan Brasil tertinggi (memutuskan isu-isu tentang
pelanggaran terhadap Konstitusi Brasil
).
The "Superior Tribunal de Justiça (STJ)" adalah
pengadilan tertinggi Brasil di non-konstitusional isu dan hibah Banding Khusus (Recurso
Especial dalam bahasa Portugis) ketika putusan dari pengadilan tingkat
kedua menyinggung federal undang-undang disposisi atau
ketika dua atau lebih pengadilan contoh kedua membuat keputusan yang berbeda
pada undang-undang federal yang sama. Ada pengadilan paralel untuk hukum perburuhan, undang-undang pemilu
dan hukum militer
.
(http://fealac.kemlu.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=87&Itemid=136&lang=in 05.24 a.m)
DAFTAR PUSTAKA
1.
Sumber:
KBRI Brasilia, IMF World Economic Outlook 2009 dan CIA Factbook (06.44 a.m)
6.
Sumber:
8.
http://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&ei=cWPIUPyUF4v_rAewjYCIBQ&hl=id&langpair=en|id&rurl=translate.google.co.id&twu=1&u=http://www.v-brazil.com/government/executive-branch/&usg=ALkJrhhRJ430aF98Gy0fB9mLFIFqn4l2sw
9.
http://mycomparativepolitics.blogspot.com/2012/01/institusi-politik-dan-proses-pembuatan.html
10. Sumber:http://id.shvoong.com/law-and-politics/international-relations/2296699-legislative-politics-latin-america/#ixzz2AjusvmOP
(07.59 a.m)
14. (http://fealac.kemlu.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=87&Itemid=136&lang=in 05.24 a.m)
Langganan:
Komentar (Atom)