Minggu, 17 Februari 2013

A. SISTEM KEPARTAIAN DAN PEMILU DIBRAZIL

A.   SISTEM KEPARTAIAN


Sistem kepartaian di Brazil menganut system multi partai
Sistem partai menentukan pendukung dan oposisi di tipe legsilatif. Ada dua tipe sistem mayoritas legislatif yang lazim diterapkan. Pertama, partai yang solid atau koalisi yang mengontrol 50% dari bangku legislatif. Kedua, penyatuan dari jumlah yang sedikit baik di partai atau koalisi
Sumber:http://id.shvoong.com/law-and-politics/international-relations/2296699-legislative-politics-latin-america/#ixzz2AjusvmOP (07.59 a.m)
Kasus lainnya di Brazil, menerapkan sistem multipartai ekstrem, tapi pemerintahannya stabil, presidennya berani (tegas). Yang penting adalah mecocokan antara sistem pemerintahan dan sistem pemilu. Pemilu legislatif dan pemilu presiden bila dilakukan bersamaan waktunya ada kecenderungan keterpilihan anggota legislatif juga mempengaruhi keterpilihan calon presiden. 
NAMA-NAMA PARTAI POLITIK DI BRAZIL
2.      Juventude Liberal
13.  Partido Democratico Trabalhista (PDT)                    
15.  Partido dos Trabalhadores (PT)                                    
30.  PSB Parana
35.   PV de Atibaia
                

B.   SISTEM PEMILU

Legislatif adalah pusat dari politik demokratis dan memiliki peran yang reaktif dimana legislatif menegaskan dan di ikutsertakan dalam proses pembuatan kebijakan. Di negara-negara seperti Chili, Uruguay, Costa Rica, posisi legislatif sangat kuat dalam pembuatan kebijakan. Sementara pada negara Amerika Latin lainnya, posisi mereka lemah atau berperan sangat kecil dalam pembatan kebijakan. Dalam pembuatan kebijakan ada tiga peran dasar legislatif, yaitu:
1.      Yang Menciptakan, mengangkat dan menurunkan eksekutif,
2.      Secara proaktif membuat dan meloloskan usulan legislatif mereka,
3.      Reaktif dalam mengubah dan memveto usulan eksekutif.
Lain halnya di Brazil, dimana legislatif dinegara ini sulit untuk dikategorikan tipenya akibat heteregonitas dari anggota-anggotanya.
Pemilu legislatif dan pemilu presiden bila dilakukan bersamaan waktunya ada kecenderungan keterpilihan anggota legislatif juga mempengaruhi keterpilihan calon presiden.
Sistem pemilu memberi efek pada beberapa aspek sistem partai dan dinamika internal dalam partai. Aspek-aspek ini memberi pengaruh di tipe legislatif, bahwa sistem pemilu dapat mempengaruhi persatuan partai (koalisi atau fraksi) dengan cara mengatur dorongan untuk kandidat legislatif dari berbagai partai untuk berkompetisi dengan sesamanya atau bekerja sebagai tim. Kontrol dari pemimpin partai untuk membuat nominasi kandidat membuat tidak adanya kompetisi didalam partai tersebut. Surat suara yang memiliki daftar tertutup (closed-list ballot) memberi kecenderungan untuk penyatuan seperti di Argentina. Sementara surat suara yang memiliki daftar terbuka (opened-list ballot) membuat kompetisi dan konflik semakin terasa seperti yang diterapkan di Brazil. Di Brazil, pemerintahnya tidak memiliki pendukung ataupun oposisi yang solid. Lain halnya di Meksiko dimana presidennya memiliki pendukung yang paling solid.
Ketiga negara ini mempunyai sistem multi partai
Pertama, reputasi partai itu sendiri, yang mana didalamnya memiliki pemimpin partai dengan power kuat untuk mengontrol anggota partainya.
Kedua, stabilitas dari pendukung partai atau gejolak dari pemilu. Pemimipin partai di Brazil kurang dapat mengontrol partainya sehingga gejolak yang terjadi cukup tinggi. Di Brazil dan Argentina, legislatif tidak memiliki power dalam merespon dekrit presiden.
Ketiga, adalah kontrol yang tersentralisasikan terhadap nominasi kandidat dapat memperkuat persatuan ideology antar anggota partai koalisi.
Keempat adalah sistem federal. Ketika seorang legislatif terikat erat dengan daerah asalnya, maka ia berpotensi sebagai pemecah partai ketika muncul masalah yang berkaitan dengan masalah antara pedesaan dan perkotaan. Sistem federal atau desentralisasi sangat memungkinkan terjadinya perpecahan karena kurangnya pengawasan pusat terhadap daerah dalam pemilihan. Argentina dan Meksiko adalah dua negara dengan tingkat penyatuan partai yang paling baik di Amerika Latin, sementara Brazil adalah yang paling tidak berhasil
Sumber:http://id.shvoong.com/law-and-politics/international-relations/2296699-legislative-politics-latin-america/#ixzz2AjusvmOP (07.59 a.m)

 



Pemilu 2004 di Brasil
Pada Oktober, 31, pemilih dari banyak kota-kota besar Brasil di babak kedua sebagai walikota untuk. Pada tanggal 3 Oktober, semua kota melakukan pemilihan walikota dan anggota dewan. Sebuah pemungutan suara kedua (hasil dari pemungutan suara pertama benar-benar diabaikan) walikota terjadi di kota-kota di mana: 1) jumlah pemilih lebih besar dari 200.000 dan 2) tidak ada calon dengan mayoritas mutlak (setengah dari total suara ditambah satu) dari menilainya. Seperti biasa, pasukan federal (Angkatan Darat) dipanggil untuk menjamin perdamaian dan ketertiban di beberapa kota, tapi pemilu berjalan lancar di seluruh negeri. Hasil resmi pemilu dapat ditemukan di halaman ini dari Pengadilan Pemilu Unggul . Periksa juga halaman ini di mana hasil yang ditampilkan secara geografis.











C.   LAMPIRAN

Profil Negara brazil
República Federativa do Brasil
Bendera Negara Brazil
Lambang Negara Brazil
Peta negara
Motto:  Ordem e Progresso (Orde dan Kemajuan)
Lagu kebangsaanHino Nacional Brasileiro
Foto Presiden Brazil
Presiden Brasil ke-36: Dilma Rousseff Mulai menjabat 1 Januari 2011
Dilma Vana Rousseff ([dʒiwmɐ χuˈsɛf]; lahir di Belo Horizonte, Minas Gerais, 14 Desember 1947; umur 64 tahun) adalah ekonom, politisi dan Presiden Brasil sejak 1 Januari 2011.
KETERANGAN DASAR
1.      Nama resmi : Republik Federasi Brasil (Republica Federativa do Brasil)
2.      Bentuk Pemerintahan : Presidentil
3.      Ibukota : Brasilia – DF
4.      Kepala Negara : Presiden Luiz Inacio Lula da Silva
5.      Perbatasan : Di sebelah Utara berbatasan dengan Venezuela,Guyana Inggris, Suriname, Guyana Perancis dan Samudra Atlantik, di sebelah Timur dengan Samudra Atlantik, di sebelah Selatan dengan Uruguay, di sebelah Barat dengan Argentina, Paraguay, Bolivia dan Peru
6.      Bentuk Negara : Republik Federasi
7.      Hari Nasional : 7 September (Hari Kemerdekaan)
8.      Luas Wilayah : 8.511.965 km(luas daratan : 8.456.510 km dan lautan : 55.455 km)
9.      Jumlah Penduduk : 188.700.000 (2006)
10.  Agama : 73,6% (Katolik), 15,4% (Protestan), 11%(lainnya)
11.  Bahasa Resmi : Portugis
12.  Iklim : Tropis, berkisar antara 22 s/d 23 derajat Celcius.Daerah pantai Timur Laut beriklim tropis yang lembab, hujan turun antara bulan Mei s/dOktober. Musim dingin, antara bulan Mei s/dAgustus
13.  Etnisitas : Kulit putih (53,7%), Mulato (38,5%), Kulit hitam(6,2%), Asia (0,5%) penduduk asli (0,4%)
14.  Produk Ekspor : Kacang kedelai, tepung kacang kedelai, baja,mobil penumpang, jeruk, daging sapi, daging ayam, pesawat terbang, kopi, gula tebu, terigu,alkohol, jagung, alas kaki, dan kertas
15.  Mata uang : Real (US$ 1 = BRL 2,08)/ Semester I 2007
16.  Produk Domestik Bruto/GDP : US$ 1,066 triliun (April 2007)Cadangan Devisa : US$ 185 milyar (Januari 2008)
17.  Mitra Dagang Utama (2007) : Amerika Serikat, Argentina, China, Uni Eropa
Pemilu Brasil ke putaran kedua
Serra dan Rousseff akan kembali saling berhadapan di putaran kedua
Pemilihan presiden Brasil berlanjut ke putara kedua setelah Dilma Rousseff yang diunggulkan gagal mendapatkan 50% suara untuk memenangkan pemilu dalam satu putaran.
Setelah 98% suara dihitung, Rousseff yang mantan kepala kabinet Presiden Lula mendapatkan 47% suara, sementara Jose Serra mengumpulkan 33%.
Kedua politisi ini akan mulai memperbutkan suara warga di putaran kedua yang akan diadakan empat minggu mendatang. Pengumpulan suara dari capres dari Partai Hijau, Marina Silva, sebanyak 19% kemungkinan menjadi penyebab Dilma Roussef gagal menang dalam satu putaran.
"Kami bisa mengkonfirmasi bahwa akan ada putaran kedua pemilihan presiden," ujar Ricardo Lewandowski, presiden Tribunal Tertinggi Pemilu, kepada wartawan hari Minggu malam.
Dilma Rousseff yang berasal dari Partai Pekerja diunggulkan untuk menjadi pengganti Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, yang tidak bisa lagi mencalonkan diri karena sudah menjadi presiden dua kali masa jabatan.
"Kami pejuang, dan kami terbiasa dengan tangangan," ujar Rousseff dalam pidato di Brasilia setelah pengumuman hasil penghitungan suara. "Kita akan tampil baik di putaran kedua."
Selama kampanye Rousseff terus berada di depan dan dia mendapat keuntungan dari popularitas Lula dan perekonomian negara yang maju.
              
Banyak pengamat memandang satu skandal yang melibatkan dirinya secara langsung merupakan satu-satunya penyebab dia bisa kalah dalam putara kedua pemilihan.
                 
Dorongan
Memberi suara dalam pemilu adalah satu kewajiban di Brasil
"Ini adalah pemilihan umum yang mendukung partai yang berkuasa," ujar pengamat politik Luiz Piva seperti dikutip kantor berita Reuters. "Warga Brasil secara umum sangat senang dengan pemerintah yang berkuasa."
Dukungan terhadap calon presiden dari partai kiri-tengah Jose Serra, yang mantan gubernur negara bagian Sao Paulo dari partai Sosial Demokrat, meningkat setelah muncul dugaan korupsi yang melibatkan mantan penasehat Rousseff Namun calon dari partai Hijau Marina Silva juga mendapat imbasan suara tidak puas itu. Calon presiden ketiga ini mendapatkan 19% dari suara yang masuk, jauh lebih besar dari perkiraan 14% suara yang dibuat sebelumnya.
Kami membela satu ide kemenangan dan Brasil mendengar jeritan kami," ujar Silva setelah mendengar hasil penghitungan suara.
Brasil adalah salah satu negara demokrasi dengan penduduk terbesar di dunia. Memberi suara merupakan satu kewajiban di Brasil dan hasilnya bisa cepat diketahui karena sistem pemilihan elektronik yang diterapkan.
Roussess, 62 tahun, menjabat sebagai kepala staf pemerintahan Lula dari tahun 2005 sampai tahun ini, dan seorang pegawai negeri. Pencalonannya ini merupakan upaya pertama untuk terpilih menjadi seorang pejabat.
Pada tahun 1960 an dan 1970 an, dia terlibat dalam perjuangan bersenjata melawan penguasa militer Brasil dan dipenjara selama tiga tahun.
Sementara itu, Jose Serra yang berusia 68 tahun adalah politisi berpengalaman setelah menjabat sebagai walikota Sao Paulo, gubernur negara bagian Sao Paulo dan menteri kesehatan dalam kabinet presiden Fernando Henrique Cardoso yang kalah dalam pemilu tahun 2002 di tangan presiden Lula.
Kontroversi Perlindungan Lingkungan dan Pertumbuhan Ekonomi Brasil 2012-06-15 14:15:12
Presiden Brasil Dilma Rousseff belum lama ini resmikan dua cagar alam baru  (ist) 108CSR.com - Konferensi PBB tentang Pembangunan Berkelanjutan, yang disebut sebagai Rio +20, akan berlangsung di Rio de Janeiro di Brasil pekan depan, menandai peringatan 20 tahun Konfrensi PBB pada tahun 1992 tentang Lingkungan dan Pembangunan (Eco 92). Brasil sendiri adalah salah satu negara dunia yang memiliki lingkungan paling beragam. Hampir 50% dari wilayah Brasil diambil oleh hutan tropis terbesar bumi, hutan hujan Amazon, rumah bagi hampir 50% dari seluruh keanekaragaman hayati dunia. Hampir separuh dari seluruh energi yang dikonsumsi di Brasil berasal dari sumber terbarukan: 75% dari pembangkit listrik tenaga air dan sisanya dari biomassa, energi surya dan etanol. Selain kekayaan lingkungan, negara ini mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat. Ekonomi Brasil hanya menyalip Inggris menjadi ekonomi keenam terbesar di dunia. Angka kemiskinan Brasil juga turun secara signifikan dan hanya dalam lima tahun terakhir sekitar 30 juta orang di Brasil (17,6% dari populasi) telah bergabung dengan kelas menengah. Pendapatan Brasil rata-rata meningkat dari US $ 3.700 per tahun pada tahun 2000 menjadi US $ 9.720 pada akhir 2010. Prestasi ini dapat dirayakan oleh masyarakat Brasil. Selain semua sumber daya alam berlimpah yang tersedia bagi kita seperti air dan tanah farmable, Brasil juga menjadi pemain yang sangat penting dalam panggung dunia ekonomi dan politik.
Namun demikian, masih banyak kontradiksi baik tanah , masyarakat, perusahaan dan pemerintah yang semuanya berjuang untuk mengatasi masalah tersebut. Contoh dari ini adalah kontroversi terbaru yang melibatkan versi baru dari sebuah hukum pengelolaan hutan, yang telah disetujui bulan lalu oleh kongres Brazil dan yang membawa kita ke arah yang berlawanan dengan apa yang akan dibahas di Rio +20. Hukum yang didukung oleh industri agribisnis, merupakan langkah mundur untuk undang-undang lingkungan Brasil dan hutan kita: niatnya adalah untuk memberikan amnesti kepada pemilik tanah yang membersihkan lahan di masa lalu dan yang secara ilegal menyerang dan deforestasi daerah riparian . Lebih lanjut Hukum juga membuka celah untuk melegalkan beberapa deforestasi.
Dalam menghadapi ancaman untuk hutan kita dan sungai dan untuk kemajuan kemungkinan ekonomi yang berkelanjutan, masyarakat sipil di Brasil meminta presiden Dilma Rousseff untuk memveto peraturan yang menjadi hukum versi baru yang dilakukannya secara parsial. Tetapi sementara ia memveto beberapa bagian peraturaan di undang-undang tersebut, pertarungan berlangsung dengan telah diajukannya kembali peraturan hukum telah kembali ke kongres untuk pemungutan suara baru.
Episode ini menyoroti jurang antara pandangan masyarakat Brasil dan para legislator.
Dan apa pandangan dari masyarakat Brasil? Sebagai masyarakat sipil dimobilisasi untuk, kampanye "Veto Dilma" melalui protes dan petisi online, perusahaan  penelitian Ibope merilis sebuah survei yang menunjukkan bahwa 94% dari semua Brasil mengatakan mereka peduli terhadap lingkungan. Beberapa 44% dari orang yang disurvei mengatakan bahwa melindungi lingkungan harus menjadi prioritas di atas pertumbuhan ekonomi sementara 40% percaya Bahwa perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi dapat didamaikan.Namun, penelitian dilakukan pada tahun 2010 oleh Instituto Akatu, sebuah LSM Brasil yang mempromosikan konsumsi yang berkelanjutan, juga menunjukkan bahwa hanya 5% dari Brazil dapat diklasifikasikan sebagai konsumen. Sebuah studi yang lebih baru, dirilis pada 2012, menemukan bahwa hanya 26% dari konsumen di Brazil mengatakan mereka sering kali menggunakan daur ulang, meskipun 86% setuju bahwa daur ulang adalah sesuatu yang setiap orang harus lakukan. Namun, hampir 50% dari kota-kota di Brasil bahkan tidak memiliki infrastruktur di tempat untuk memungkinkan daur ulang. Sementara itu, di sektor korporasi, sekelompok eksekutif dari perusahaan seperti Natura dan Tetra Pak publik didukung veto presiden dari peraturan versi baru dari hukum pengelolaan hutan dan berpendapat bahwa hutan sangat penting bagi negara. Menurut mereka hutan, telah menjadi sumber penghasilan bagi banyak komunitas dan perusahaan yang telah belajar untuk mengelola ekosistem secara berkelanjutan dan cerdas. "Apakah kita ingin negara yang mendorong ekonomi baru di mana setiap orang dapat melihat manfaat dari jasa ekosistem, atau Brasil yang membuang warisan dan menghasilkan kewajiban sosial dan lingkungan?", Tanya mereka. Brasil memiliki adil dari para pemimpin bisnis yang telah melihat nilai dalam praktek-praktek berkelanjutan. Salah satunya adalah Fabio Barbosa. Saat ini ketua kelompok media Abril, minggu ini ia dinobatkan oleh UNEP, Program Lingkungan PBB, sebagai salah satu enam "Champions of the Earth". Sementara pos Banco Real (kemudian diakuisisi oleh Santander dari Spanyol), dia mengubah bank menjadi perusahaan terkemuka di bidang keberlanjutan. "perusahaan yang juga peduli dengan aspek lingkungan usaha cenderung lebih baik dalam kinerja keuangan mereka", seperti Barbosa mengatakan kepada UNEP.
Bendera negara-negara yang akan menghadiri Rio +20, KTT PBB tentang pembangunan berkelanjutan akan diadakan di Rio de Janeiro (ist)


Meskipun tumbuh kesadaran akan kebutuhan untuk model bisnis yang berkelanjutan, banyak perusahaan di Brazil masih tertinggal dalam mengartikulasikan dan bertindak pada strategi yang akan membawa perubahan nyata. Hari ini, kita dapat mengklasifikasikan perusahaan Brazil menjadi tiga tahapan yang berbeda: ada sekelompok kecil pelopor, ditandai oleh orang-orang seperti Fabio Barbosa, yang mengintegrasikan keberlanjutan dalam bisnis inti mereka, ada beberapa perusahaan yang menerapkan perubahan proses dan produk mereka , dan akhirnya ada segmen yang lebih besar dari perusahaan yang baru mulai memahami kebutuhan untuk memasukkan keberlanjutan, tetapi yang hanya bertindak dengan cara yang sangat terbatas untuk mencapai hal ini.
Penelitian yang dilakukan bersama oleh Institut Akatu dan Institut Ethos mendukung analisis ini. Menurut survei, meskipun pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah perusahaan tindakan tanggung jawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan Brasil, CSR masih sangat banyak pekerjaan yang sedang berjalan di negara ini. Survei menunjukkan bahwa 21% dari perusahaan telah menerapkan 0 sampai 12 tindakan atau praktik CSR, 30% memiliki antara 23 dan 33, dan hanya 20% memiliki 34 atau lebih praktik. Maka dari jumlah perusahaan yang disurvei, kurang dari 50% telah dilaksanakan lebih dari 22 praktek CSR.
Penelitian ini juga menyoroti bahwa hanya sejumlah kecil perusahaan memiliki proses dan prosedur formal untuk mengelola praktek CSR. Salah satu masalah utama yang dihadapi sektor korporasi di Brasil saat ini adalah kurangnya pengetahuan dan referensi untuk membantu perusahaan membentuk dan menentukan keberlanjutan  strategi dan tindakan mereka.
Meskipun peningkatan jumlah perusahaan yang menggabungkan praktik keberlanjutan dan prosedur ke dalam bisnis sehari-hari mereka, ini sering menjadi proses serampangan. Pada kebanyakan perusahaan di Brazil, kebutuhan untuk isu keberlanjutan diberi prioritas formal dalam organisasi, sehingga praktik-praktik ini diadopsi sebagai bagian dari strategi perusahaan dan kebijakan.
Meskipun mengalami kemajuan beberapa tahun terakhir, Brasil masih menjadi negara yang menghadapi tantangan institusional yang mendalam untuk memajukan keberlanjutan dalam sektor publik dan swasta. (guardian/ard).

Ada dua pengadilan unggul nasional yang membentuk Mahkamah Agung, yang memberikan surat perintah dari certiorari dalam kasus perdata dan pidana: pada Pengadilan Tinggi Kehakiman ("Tribunal Superior de Justiça" dalam bahasa Portugis, steno STJ) dan Mahkamah Agung Federal ("Tribunal Supremo federal "dalam bahasa Portugis, singkat STF), pengadilan Brasil tertinggi (memutuskan isu-isu tentang pelanggaran terhadap Konstitusi Brasil ).
The "Superior Tribunal de Justiça (STJ)" adalah pengadilan tertinggi Brasil di non-konstitusional isu dan hibah Banding Khusus (Recurso Especial dalam bahasa Portugis) ketika putusan dari pengadilan tingkat kedua menyinggung federal undang-undang disposisi atau ketika dua atau lebih pengadilan contoh kedua membuat keputusan yang berbeda pada undang-undang federal yang sama. Ada pengadilan paralel untuk hukum perburuhan, undang-undang pemilu dan hukum militer .

 

 

DAFTAR PUSTAKA


1.      Sumber: KBRI Brasilia, IMF World Economic Outlook 2009 dan CIA Factbook (06.44 a.m)
6.      Sumber:
8.      http://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&ei=cWPIUPyUF4v_rAewjYCIBQ&hl=id&langpair=en|id&rurl=translate.google.co.id&twu=1&u=http://www.v-brazil.com/government/executive-branch/&usg=ALkJrhhRJ430aF98Gy0fB9mLFIFqn4l2sw
9.      http://mycomparativepolitics.blogspot.com/2012/01/institusi-politik-dan-proses-pembuatan.html
10.  Sumber:http://id.shvoong.com/law-and-politics/international-relations/2296699-legislative-politics-latin-america/#ixzz2AjusvmOP (07.59 a.m)










Tidak ada komentar:

Posting Komentar